Kab. Ketapang 16/08/2026
Image
  • 24 Mei 2026 | 98

Ketapang Cetak Sejarah, Pecahkan Rekor MURI Syair Gulung Terpanjang 151,85 Meter

KETAPANG – Kabupaten Ketapang kembali menorehkan sejarah dalam pelestarian budaya Melayu dengan berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Syair Gulung Terpanjang sepanjang 151 meter 85 sentimeter. Pencapaian tersebut menjadi puncak kemeriahan Penutupan Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026 yang mengusung tema “Mencintai Negeri Melalui Syair”, Sabtu (23/05/2026).

Bertempat di lingkungan Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura, kegiatan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Lawang Kekayun (PLK) Negeri Matan Tanjung Pura Ketapang ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat Kabupaten Ketapang dalam menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya Melayu yang sarat nilai, pesan moral, serta kearifan lokal.

Festival Syair Gulung Tanah Kayong tahun ini juga berlangsung semarak melalui berbagai rangkaian kegiatan pendukung, seperti lomba mewarnai, qasidah, dan memanah tradisional. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat lintas generasi.

Syair Gulung sendiri merupakan salah satu warisan budaya tak benda khas Kabupaten Ketapang yang memiliki nilai historis tinggi. Tradisi ini berakar dari Syair Sultan Matan karya Sultan Matan Gusti Muhammad Sabran yang ditulis pada 7 Juli 1895. Dalam syair tersebut tergambar kegelisahan Sultan Matan selama sembilan pekan berada di Pontianak, sekaligus mendeskripsikan kondisi Kota Pontianak pada masa itu yang berada di pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak.

Tak hanya menggambarkan perkembangan dan keindahan Kota Pontianak, syair tersebut juga merekam situasi sosial-politik kala itu, termasuk tekanan penjajahan Belanda terhadap Kerajaan Matan. Surat-surat dari pemerintah kolonial yang masuk ke kerajaan memicu gejolak hingga terjadinya perlawanan, yang berujung pada penangkapan adik Sultan Matan, Pangeran Muda Ulama Gusti Muhammad Sahid, oleh pihak Belanda.

Keberhasilan pelaksanaan festival sekaligus pemecahan Rekor MURI ini tidak terlepas dari kerja keras panitia serta dukungan Pemerintah Kabupaten Ketapang. Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, turut hadir sekaligus secara resmi menutup Festival Syair Gulung Tanah Kayong 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Ketapang menyampaikan apresiasi tinggi kepada Perkumpulan Lawang Kekayun, sebuah organisasi budaya yang mayoritas digerakkan generasi muda, atas keberhasilannya menyelenggarakan kegiatan budaya yang melibatkan berbagai pihak, termasuk MURI dan Kementerian Kebudayaan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi upaya positif dalam mengharumkan nama Kabupaten Ketapang di tingkat nasional.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura yang telah memfasilitasi tempat pelaksanaan kegiatan. Ia menilai penyelenggaraan acara di lingkungan keraton menghadirkan suasana yang lebih khidmat, autentik, dan sarat nilai historis.

Sebagai kepala daerah, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk terus mendukung pelestarian adat, tradisi, dan budaya leluhur, khususnya budaya Melayu serta tradisi Syair Gulung. Ia juga mengusulkan agar ke depan dapat diselenggarakan festival atau lomba pantun sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya daerah.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya memberikan teladan dalam pelestarian budaya, salah satunya melalui kebiasaan menyisipkan pantun dalam setiap sambutannya. Ia turut mengapresiasi para maestro Syair Gulung yang terus mewariskan tradisi tersebut kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, untuk terus aktif menjaga serta melestarikan warisan budaya daerah. Menurutnya, adat, budaya, dan tradisi bukan sekadar identitas, melainkan juga harga diri bangsa yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

TAG :