Ketapang, 8 Desember 2025 — Kabupaten Ketapang menggelar Retreat Perdana Kepala Desa Hasil Pemilihan Serentak Tahun 2025, sebuah langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dan karakter kepemimpinan para kepala desa terpilih. Kegiatan ini dilaksanakan di Kompi Senapan C Batalyon Infanteri 643/WNS, diikuti seluruh kepala desa hasil Pilkades serentak, para pendamping desa, serta jajaran perangkat daerah terkait.
Pada kegiatan ini, Saya hadir sebagai narasumber utama, menyampaikan materi mengenai kepemimpinan desa modern, tata kelola pemerintahan yang bersih, serta transformasi pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dalam penyampaian materi, saya menegaskan bahwa kepala desa tidak hanya memegang jabatan administratif, tetapi juga memikul amanah moral yang besar dari masyarakat. “Kepala desa adalah ujung tombak pembangunan. Ketika seorang pemimpin desa berintegritas, maka pembangunan akan berjalan jujur, tepat sasaran, dan membawa manfaat yang nyata bagi warganya,” saya sampaikan di hadapan seluruh peserta.
Saya juga menekankan bahwa Ketapang merupakan rumah besar bagi seluruh anak daerah, sehingga setiap kepala desa harus mampu menjadi figur pemersatu, penjaga kerukunan, serta penggerak pembangunan partisipatif. “Desa adalah pondasi. Jika desa kuat, Ketapang semakin maju dan mandiri,” tegas saya.
Kegiatan retreat ini dirancang bukan hanya sebagai forum peningkatan kapasitas teknis, tetapi juga ruang kontemplasi, evaluasi diri, dan penguatan perspektif kepemimpinan. Para kepala desa mendapatkan pembekalan terkait:
Pengelolaan keuangan desa yang transparan
Penyusunan perencanaan berbasis data
Penguatan ekonomi desa
Transformasi digital layanan publik
Percepatan pembangunan infrastruktur desa
Penguatan nilai-nilai budaya dan sosial masyarakat
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif, diwarnai diskusi mendalam mengenai tantangan serta peluang pembangunan desa pasca-Pilkades serentak tahun 2025.
Melalui retreat ini, Saya berharap seluruh kepala desa mampu kembali ke desa masing-masing dengan motivasi baru, integritas yang makin kuat, serta wawasan yang lebih luas untuk mengabdi. “Mari kita bangun Ketapang dari desa. Kita hadir bukan sebagai penguasa, tetapi sebagai pelayan masyarakat,” saya tutup sesi materi.
Retreat ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi pembangunan desa dengan arah pembangunan Kabupaten Ketapang ke depan: mewujudkan pembangunan berkeadilan untuk Ketapang yang maju dan mandiri.
TAG :