Ketapang – Pemerintah Kabupaten Ketapang melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Kabupaten Ketapang periode 2025–2030, pada Senin (8/12/2025), bertempat di Pendopo Bupati Ketapang. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto, S.Sos., M.Si.
Dalam sambutannya, Sekda Ketapang menegaskan bahwa LPPL Radio Ketapang merupakan media strategis yang memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat. Menurutnya, lembaga penyiaran daerah harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan dinamika kebutuhan publik.
“LPPL Radio Ketapang memiliki posisi strategis sebagai corong informasi pemerintah daerah. Dewan Pengawas yang dilantik hari ini harus mampu menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal untuk memastikan kredibilitas dan profesionalitas lembaga,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap Dewan Pengawas dapat menguatkan kualitas siaran, meningkatkan kedekatan dengan publik, serta senantiasa menjaga integritas sebagai lembaga penyiaran lokal yang melayani kepentingan masyarakat.
Susunan Dewan Pengawas LPPL Radio Kabupaten Ketapang Periode 2025–2030
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ketapang – Unsur Pemerintah
Marianto, S.Ap., M.E – Unsur Lembaga Penyiaran Publik
Lutfiyatun Nakiyah, S.Ud – Unsur Masyarakat
Pelantikan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Ketapang, Ketua DPRD Ketapang H. Achmad Sholeh, ST., M.Sos., beserta anggota Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) DPRD: M. Eri Setyawan, S.Sos., M.A.P.; Marzuki; Yang Kim, S.Pd., M.M.Pd.; dan M. Puadi, S.Si. Hadir pula insan penyiaran serta tokoh masyarakat yang selama ini terlibat dalam pengembangan LPPL Radio Kabupaten Ketapang.
Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap kehadiran Dewan Pengawas yang baru dapat memperkuat peran LPPL Radio sebagai media informasi yang efektif, meningkatkan jangkauan layanan publik, serta memberikan kontribusi nyata bagi transparansi dan pembangunan daerah.
TAG :