Kab. Ketapang 09/12/2025
Image
  • 06 November 2025 | 43

Lebih Dari 100 Peserta Ikuti Pelatihan Jurnalistik Aparatur Desa (PJAD)

KETAPANG – Meningkatkan kapasitas dan kompetensi aparatur desa dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pembangunan desa, DPD APDESI Provinsi Kalimantan Barat bekerjasama dengan Kampung Borneo Multimedia melakukan pelatihan jurnalistik untuk aparatur desa. Pelatihan dilakukan pada Sabtu dan Minggu (1-2 November 2025) di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang dibuka Bupati Ketapang, Alexander Wilyo yang diwakili Sekda Ketapang, Repalianto.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Repalianto, yang membacakan sambutan tertulis Bupati Ketapang mengatakan perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut aparatur desa untuk lebih adaptif dan kreatif. Kita hidup di era digital yang menuntut aparatur desa mampu mengelola informasi dengan baik. Desa bukan hanya pusat pelayanan publik, tapi juga pusat informasi dan promosi potensi lokal.
Program satu desa satu jurnalis diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kemampuan aparatur desa di bidang jurnalistik, multimedia, digital marketing, e-commerce, serta kemampuan komunikasi publik yang transparan dan profesional. "Melalui pelatihan ini, kita ingin menciptakan aparatur desa yang cakap menulis, mampu menyebarkan informasi positif, dan menjadi agen perubahan di desanya masing-masing," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Apdesi Kabupaten Ketapang, H.Yunendri Syamsir,menegaskan desa adalah ujung tombak pemerintahan kabupaten, Permasalahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Ketapang  tetap arahnya pada desa. Karena itu, dalam mendukung transparasi, maka sangat penting pengelola media komunikasi di desa, seperti melalui sosial media. Karena itu, melalui pelatihan ini bisa mendukung dan membetikan ketrampilan bagi aparatur desa.
Ketua DPRD Ketapang Ahmad Soleh mengatakan saat ini kita hidup di era digital. Karena itu, pemerintahan di tingkat desa juga dituntut mengelola informasi dengan baik. Tak hanya mendukung pemerintahan yang transparan, tetapi juga meemudahkan akses masyarakat diluar desa untuk melihat potensi yang ada di desa. ‘’Aparatur desa jadi agen perubahan. sesui dengan amanat Undang-Undang tentang Desa,’’ ucapnya.
Pelatihan Jurnalistik Aparatur Desa (PJAD) diikuti lebih dari 100 peserta. Narasumber yang dihadirikan diantaranya para jurnalis dan penggiat media sosial senior seperti R Ridho Syahrie, Beni Sulastiyo, Muhammad Khusairy, dan Uun.Menurut R. Ridho, Syahrie  bahwa pelatihan bertujuan melatih aparatur desa dalam bidang jurnalistik desa untuk publikasi informasi positif. Sdelain itu, memberikan keterampilan produksi konten multimedia (foto, video, podcast). Demikian juga meningkatkan kemampuan digital marketing dalam mempromosikan potensi desa, serta membekali peserta dengan pengetahuan pembuatan aplikasi e-commerce untuk mendukung UMKM desa. Tak lah penting menumbuhkan jiwa  kewirausahaan bagi aparatur desa.
Dalam pelatihan ini, peserta dib bekali materi  Jurnalistik Dasar, materi Konten multimedia (foto,video, podcast), Digital Marketing,Praktek Penulisan Naskah Berita,Pengenalan Jurnalistik berbasis Search Engine Optimization (SEO), Pengenalan aplikasi E-Commerce, Menggali Potensi Desa Menuju Desa Berkembang, Maju dan Mandiri Dinas,  Pelatihan kewirausahaan/enterpreneurship, Praktek Produksi Naskah Jurnalistik untuk Website.

TAG :