Melalui Radio, Informasi Pembangunan Disebarluasan Sampai Pelosok

Pada 11 September 2021 yang lalu diperingati Sebagai Hari Radio Nasional. Peran radio andil menyebarluaskan informasi pembangunan dan hiburan, tak lepas juga dari perjalanan hadirnya radio di Kabupaten Ketapang. Begitu juga pada hari ini, Kabupaten Ketapang sebagai Kabupaten teluas di Kalbar, tidak dipungkiri sebagian wilayah Ketapang blankspot dari signal telekomunikasi. Tak hanya blankspot sinyal Telekomunikasi, sampai saat ini juga termasuk Wilayah Ketapang blankspot dari sinyal lembaga penyiaran. Untuk mendapatkan informasi dan hiburan, publik masih mengandalkan tv kabel maupun parabola dibeberapa tempat.Sebagian menempatkan radio untuk mendapatkan informasi pembangunan dan hiburan. Perkembangan teknologi yang pesat, selaras dengan harapan pencinta radio. Perjalanan waktu yang cukup panjang, sapaan penyiar dan pendengar masih akrab sampai hari ini. Sarana yang sudah berumur, ruang dan waktu yang terbatas, tetapi gelombang frekwensi masih tetap menghubungkan pendengar dan penyiar.

Seperti terlihat, antara penyiar saudara Dahlan AR yang dulu akrab dipanggil “ Alan” sibuk melayani panggilan telepon pendengar RKK di frekwensi 95,2 FM. Begitu juga penyiaran lainnya seperti Bung Berry, Mastock, Bang Oman, Bang Yani, Bang Muzani, Mbak Merry dan lainnya masih tetap semangat melayani pendengar dimanapun berada. Penyiar ini hadir sesuai jadwal siaran yang dikemas oleh pelaksana harian Radio Kabupaten Ketapang dari pagi sampai malam setiap hari. Keakraban penyiar dan pendengar di wilayah Ketapang ini sudah terjalin era 1970-an. Hubungan baik antara pendengar dan penyiar, tak jarang pendengar hadir bersama ikut siaran. Seringkali pendengar datang ke radio sekedar untuk silaturahmi.

Dimulai hadirnya RDK (Radio Daerah Ketapang), ketika itu informasi penyebarluasan pembangunan dan informasi hanya diketahui melalui radio. Seiring perjalanan waktu,dan pembaharuan regulasi, radio bergnati nama menjadi RPDK (Radio Pemerintah Daerah Ketapang). Selanjutnya RSPD (Radio Siaran Pemerintah Daerah) Kabupaten Ketapang. Pengelolaan media penyebarluasan pembangunan ketika itu masih di kelola Kantor Informasi dan Pengolahan Data Elektronik (KIPDE) Ketapang dan selanjutnya diserahkan pengelolaannya ke Bagian Humas Setda Ketapang.

Pada akhir tahun 2017, pengelolaan radio yang sudah berganti nama menjadi RKK (Radio Kabupaten Ketapang) diserahkan Bagian Humas dan Protokol Setda Ketapang ke Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ketapang. Perubahan-perubahan regulasi tak banyak diketahui pengelola radio saat ini. Walaupun masih banyak keterbatasan, penyebarluasan informasi melalui radio masih tetap tersambung , dan didengar pencintanya. Tak jarang, kita menemukan, warga yang berada di wilayah Blankspot sinyal, justru tetap membeli telepon genggam, dengan tujuan mudah dibawa ke ladang untuk mendengar radio. Perubahan regulasi dan teknologi, kedepan untuk tetap bersama pendengar, teknologi yang ada perlu diselaraskan perkembangan teknologi.kekinian. “Sekali mengudara, tetap diudara”