Tingkatkan Akses Teknologi, Perkuat Peran Perempuan dalam Ekonomi Digital

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (kanan) mengantar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Gusti Ayu Bintang Darmawati (kiri) usai melakukan penandatangan nota kesepahaman tentang penguatan upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Gedung KPK Merah Puith, Jakarta, Rabu (21/4/2021). Penandatanganan MoU yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini ini, diharapkan dapat semakin meningkatkan peran dan kapasitas perempuan karena masih dianggap sebagai figur sentral dalam memberikan pendidikan moral sebagai roda penggerak pencegahan korupsi dari lingkup terkecil yaitu keluarga. ANTARA FOTO/ Reno Esnir/aww.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, I Gusti Bintang Darmawati menyatakan akses terhadap teknologi informasi menjadi kunci untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam sektor kewirausahaan digital.

“Adapun hal ini harus dimulai dengan peningkatan akses terhadap teknologi informasi karena berdasarkan BPS tahun 2019 persentase pengguna internet perempuan masih lebih rendah yaitu 46,87% dibandingkan dengan laki-laki sebesar 53, 13%,” paparnya dalam Webinar Women in Digital Entrepreneurship yang berlangsung virtual dari Jakarta, Rabu (21/04/2021). 

Menteri Bintang menegaskan Pemerintah memprioritaskan isu pemberdayaan perempuan. Menurutnya, Presiden Republik Indonesia  telah memberikan amanat kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk menjalankan lima isu prioritas untuk diselesaikan dalam 5 tahun kedepan.

“Di mana salah satunya adalah pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang berperspektif gender perempuan.  Ini bukanlah didasari dari sekedar asumsi belaka data perkembangan usaha mikro kecil menengah dan besar di Indonesia tahun 2014-2018 dari seluruh jenis usaha yang ada di Indonesia 99,99% nya merupakan usaha mikro kecil menengah,” jelasnya.

Mengutip hasil penelitian dari McKinsey tahun 2018, Menteri Bintang memaparkan tingginya angka populasi perempuan akan menambah Produk Domestik Bruto secara signifikan.  Data Bank Indonesia Juni tahun 2020 penjualan e-commerce di Indonesia meningkat 18% pada masa pendemi.

“Dengan syarat jika ada peningkatan pada partisipasi perempuan dalam ekonomi dalam bayangkan bahwa potensi kewirausahaan perempuan yang luar biasa diimbangi dengan kemampuan penggunaan teknologi digital,”  paparnya.

Menurut Menteri PPPA, pencapaian isu prioritas pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan hanya dapat tercapai apabila perempuan memiliki resiliensi terhadap perubahan zaman yang begitu cepat.

“Kita juga harus berdamai dengan kenyataan bahwa kehidupan di masa depan akan berbeda dengan kehidupan kita dimasa lalu maka memberikan pemahaman dan kemampuan bagi para perempuan pelaku usaha mengenai penggunaan teknologi terkini adalah hal yang krusial,” tegasnya.**

sumber: https://www.kominfo.go.id/content/detail/34027/tingkatkan-akses-teknologi-perkuat-peran-perempuan-dalam-ekonomi-digital/0/berita