Plt Kadis Kominfo dan Kaban Balitbangda Zoom Meeting Dengan Telkomsel

TELEKOMUNIKASI yang  setiap pemancaran, pengiriman dan atau penerimaan dari hasil informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara dan bunyi melalui sistem kawat, optik, radio, atau sistem elektromagnetik lainnya, saat ini manfaatnya semakin diperlukan masyarakat. Apalagi layanan data (internet) yangd iperlukan dalam membantu pelayanan pendidikan, pemerintahan, maupun perekonomian. Untuk wilayah Kabupaten ketapang, dari 253 desa dan 9 kelurahan di 20 kecamatan, diketahui sekitar 55 persen wilayah desa belum terjangkau telekomunikasi.

Kenyataan ini seringkali disuarakan masyarakat ke pejabat daerah yang melakukan kunjungan kerja ke desa. Termasuk juga, upaya pemerintah daerah mendukung langkah  Bupati Ketapang membuka rencana food estate di Teluk Keluang, Dusun panca Karya, Desa Pesaguan Kanan. Lokasi kawasan itu juga dinilai perlu dukungan pembangunan sarana telekomunikasi. Mencari solusi mengatasi kebutuhan masyarakat ini, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ketapang tidak hanya mengusulkan ke BAKTI Kominfo RI. Tetapi juga melakukan diskusi dengan penyelenggara telekomunikasi salah atunya PT Telkomsel. Diskusi antara Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ketapang, Drs Nugroho Widyo Sistanto M.Si didampingi Kepala Balitbangda Kabupaten Ketapang DR Ucup Supriatna M.Pd dilakukan di ruang Network Operation Center (NOC) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten ketapang, Selasa (09 Maret 2021) siang.

Diskusi melalui zoom meeting dimulai pukul 14.00 WIB dan berakhir sekirtar pukul 15.30 WIB.  Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten ketapang, Drs Nugroho Widyo Sistanto M.Si menyampaikan kondisi wilayah Kabupaten ketapang yang saat ini masih banyak membutuhkan sarana pembangunan Telkomunikasi. Sementara sisi lain, regulasi pembangunan Telekomunikasi menjadi kewenangan penyelenggara Telekomunikasi sebagaimana aturan yang berlaku. Tak hanya kondisi desa-desa yang membutuhkan sarana Telekomunikasi, Plt Kadis Kominfo Ketapang juga memaparkan keberadaan kawasan Teluk Keluang yang direncanakan untuk menjadi kawasan Food Estate oleh Bupati Ketapang. Karena itu, masukan dan sarana serta langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan diharapkan mendapat masukan dari pihak Pt Telkomsel.

Hal tersebut disampaikan juga Kepala Badan Litbangda Ketapang, DR Ucup Supriatna M.Pd. Ia menjelaskan pada rencana kawasan food estate Teluk Keluang sudah dimulai dicanangkan sejak tahun 2019. Disampaikan juga landasan hukum yang mendukung dibukanya kawasan hutan menjadi kawasan food estate.

Dalam meningkatkan pelayanan Telekomunikasi di Kalimantan Barat, termasuk di Kabupaten Ketapang  pihak Telkomsel memaparkan secara teknis langkah-langkah yang mereka lakukan. Kerjasama dalam pembangunan menara telekomunikasi dilakukan mereka di beberapa daerah, salah satunya melalui survei potensi pasar, ketersediaan energi dan potensi pengembangan. Termasuk juga terkait perizinannya. Dalam pemabngunan telekomunikasi yang memasuki kawasan hutan, mereka mengakui proses perizinanya cukup lama dan sampai ke tingkat kementerian. Karena itu, dalam pembangunan infrastruktur yang dapat dilakukan kerjasama dengan Telkomsel, disarankan tidak berada di kawasan hutan, itupun jika kertersediaan “power” dan potensi pasar mendukung. Terkait dalam mendukung, wilayah yang blankspot maupun kawasan tertentu yang sedang disampaikan, beberapa langkah mereka sarankan, seperti kepala daerah mengirim surat ke Kementerian dan penyelenggara Telekomunikasi. Diskusi dimoderatori oleh Muhammad Zuhri, S.Kom, MH, Kepala Bidang Informatika Kabupaten Ketapang mengalir hangat, dan berbagai masukan disampaikan, termasuk juga beberapa pengalaman kerjasama di beberapa daerah.**

.